2 Day Workshop Hospital Marketing di RS Islam Cempaka Putih

WORKSHOP Hospital Marketing di RS Islam Cempaka Putih

Workshop mengenai HOSPITAL MARKETING di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih telah berlangsung dengan sukses selama dua hari. Setelah dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RSIJ Cempaka Putih yaitu Bapak Dr. H. Jusuf Saleh Bazed, SpU, workshop langsung digelar dan dipimpin langsung oleh Dr. Freddy Rangkuti MSc sebagai workshop leader. Tujuan workshop Hospital Marketing ini adalah menjadikan setiap orang di RSIJ Cempaka Putih memiliki budaya pemasaran dan menjadi pemasar. Hasil dari budaya pemasaran akan tercermin dari perilaku yang melayani pelanggan dengan sepenuh hati, bekerja untuk ibadah, sehingga keharmonisan antar bagian menjadi terjaga serta saling berlomba untuk memberikan yang terbaik buat kemajuan RSIJ.

Peserta yang hadir dalam workshop ini berasal dari hampir seluruh unit di dalam lingkungan RSIJ mulai dari Asdir Bidang Med & Profesi Kes lain, Asdir Bid. Keperawatan, Manajer Raudhah, Manajer Rawat Jalan, Manajar Rawat Inap, Manajer Pelayanan Khusus, Manajer Farmasi, Manajer Gizi, Manajer Pemeliharaan & Kesling, Manajer Logistik, Manajer Yanum & Perkantoran, Manajer Akuntansi, Manajer SDM, Manajer Lab, Manajer Rekam Medik, Manajer Pemasaran, Manajer Binroh, Kelapa – kepala unit seperti SPI, Komunikasi Korporat, SIRS, Pengembangan Organisasi, serta seluruh Kepala Seksi seperti Pelayanan Klinik Raudhah, Poliklinik & Binkesmas, Pembinaan Agama, Rawat inap 1 sampai 4, Pelayanan Farmasi, Pelayanan Gizi, Pelayanan Umum, Administrasi Pasien, Manajemen Perkantoran, Pelanggan & Pengl Berkas, Pelayanan Pelanggan, Pengembangan Pasar, Pemeliharaan Pelanggan, Survei Data & Pemas Khusus, Pemas Perusahaan Asuransi serta Pengembangan Mutu & Produk.

Selama dua hari workshop peserta dibekali dengan materi cara membuat strategi, cara mengukur kepuasan pelanggan, cara mengukur Key performance Indicators, target, sampai menyusun program atau action plan. Tujuannya adalah untuk menjadi pedoman dan indikator yang memudahkan penilaian mutu pelayanan Rumah Sakit dari sisi konsumen. Sehingga manajemen Rumah Sakit dapat mengambil keputusan secara cepat dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien. Secara keseluruhan terdapat 8 dimensi pelayanan dengan 52 indikator pelayanan, mulai dari pelayanan admisi, dokter, perawat, makanan, obat-obatan, lingkungan Rumah Sakit, Fasilitas Ruang Perawatan, Palyanan ke Luar serta indikator – indikator ketidak puasan pelanggan seperti Sikap dan Perilaku Petugas Rumah Sakit, serta berbagai indikator Variabel Non Medik lainnya.